Aku bukan Nayla yang jasadnya di vonis menderita ataxia dimana penyakit yang belum ditemukan obatnya, Nayla yang hidup dengan keadaan dan ketidakberdayaannya dia tetap berharap oleh kasih Tuhannya semoga semangatnya tetap ada.
Ataxia yang membuat dia berulangkali terjatuh saat mencoba berdiri, jatuh dan berdiri lagi pada saat itu pula Nayla tidak punya pilihan selain semangat tetap menjadi bagian jiwanya, dia berharap tatkala dia tidak lagi mampu berbicara dengan jelas ada seseorang yang mewakili suara hatinya, ada seseorang yang mewakili pendengaraanya, berjalan mewakili kakinya yang lumpuh, moesez putra itulah seseorang yang dipilih oleh Tuhannya untuk mewujudkan harapan Nayla.
“Tuhan Engkau bisa merenggut jasadku, tapi bukan segenap semangatku,,,,terima kasih Tuhan……..itulah do’a yang sering Nayla sembahkan untuh berharap kasih_Nya”.
Aku bukan Nayla, tapi aku benar-benar tersiksa oleh keadaanku, aku tidak tau tapi jiwa ini tiada henti-hentinya terluka nth sebab apa ,,~~~,sebab kehilangan kepercayaan dari sahabat-sahabatku, sebab kehilangan hal-hal yang aku anggap sangat berharga dalam hidupku,,,kepercayaan dari orang-orang yang ada di sekitarku. Betapa tersiksanya batinku ini, aku tertekan yang berimplikasi signifikan terhadap kesehatan fisikku, aku mikir terus, imajinasiku melalang buana kesana kemari, sampai-sampai aku lupa menjaga kesehatanku.
Kemaren aku sakit, aku tidak sadar kalau aku sakit, tiba-tiba sehabis nyuci baju badanku lemes tergeletak seperti biasanya aku kurang darah,,,,,aku tidak tahu mesti mengapa, karena nafsu makanku berkurang, dan aku kurang mempunyai ketertarikan pada menu-menu yang seringkali ditawarkan oleh sahabatku, intinya menu aku ya itu-itu saja. Tapi dalam keadaan seperti ini aku tidak mau berlarut-larut hingga penyakitku semakin parah, aku kehilangan kepercayaan dari orang-orang di sekitarku bagaimana aku bisa merasa aman tatkala aku sakit terus mereka merawatku, itu semua hanya akan menambah beban batinku dan aku akan semakin terluka sebab adaku yang kehilangan kepercayaan. Sesegera mungkin aku menuju café Arnold tempat langgananku beli nasi goreng tidak berlangsung lama sekitar satu jam aku menuju meteor disana tersedia bakso urat faviorit aku,,,,
Aku sedikit merasa punya kekuatan untuk mengembalikan kesehatanku, dengan semangtku, aku tidak pusing lagi sekarang, tadi pagi tiba-tiba sahabatku di kelas iin ngajak aku ke kantin dan beliin aku susu kedelai,,,terima kasih iin ,,,,kamu baik sama aku,,,setidaknya tatkala aku butuh orang lain kamu pernah ada untuk aku.
Tuhan…!!!!
Aku tahu,,,,
Dan sekarang aku tahu,,,,,
Kenapa batinku tertekan
Dan seringkali pikiranku terbuang
Saking tertekannya
Tiada pilihan lagi
Selain diam dan menyendiri
Maafkan aku sahabatku
Kalau tiba-tiba aku diam
Dan air mataku terurai
Bukan karena apa-apa?
Tiba-tiba aku kehilangan kepercayaan
Betapa ini sangat-sangat menyiksaku
Dulu,,,kalau aku punya masalah seberat apapun
Aku tidak pernah selemah sekarang
Aku tahu kenapa dulu seperti itu adanya aku
Itu karena aku punya kepercayaan penuh terhadap kalian semua
Tapi…..!!!
Setelah kepercayaanku ternodai berulang kali
Ntah kali ini yang keberapa kalinya
Rasanya lebih baik aku menyendiri
Ternyata mempercayai orang di sekitar kita itu tidak mudah
Apalagi ini megapolitan-individualis, materialistis-sekuler
Aku bener-bener kehilangan semua-muanya
Tatkala aku dulu selalu berusaha berkorban nth atas nama apa?
Sekarang aku balik Tanya,,,,,!!!!
Bolehkah aku mempertanyakan kebaikan serta kepedulian itU?
Biarlah aku sendiri sahabatku
Aku tahu kalian sayang sama aku
Dengan berbagai cara yang menurut kalian benar tapi aku tersiksa
Baiknya aku diam….!!!
Karena aku tidak yakin masalahku akan terselesaikan,,,!!!
Semuanya aku serahkan pada waktu yang selalu bergulir membawa perubahan…!!!
Baiknya aku diam…!!!
Setidaknya sekarang kalian tak lagi ngomong kalau hidupku ini tiada beban
Setidaknya sekarang kalian tak lagi berbicara kalau semua tentang aku happy…!!!!
Tidak aku sama seperti kalian semua,,,,!!!
Aku juga berfikir seperti kalian semua
Kalau waktu itu aku mencoba tersenyum itu juga karena kalian ada untuk aku
Dan kenapa aku sekarang seperti ini
Itu juga demi kalian,,,
Aku juga sayang sama kalian semua
Karena aku seperti sekarang
Kalian semua selalu ada untuk aku….!!!!
Baiknya aku diam…!!!
Dan aku bener-bener tidak tahu
Dan juga tidak berdaya???
Aku juga tidak punya pilihan
Sebatas nalarku juga tidak mampu menjawab
Mengapa aku sekarang sepert ini?
Bener-bener aku tidak punya pilihan
Hanya diam, menangis, batinku tertekan
Takut tidak bisa membalas kebaikan kalian semua.
Untuk sementara
Baiknya aku diam…!!!
Dan aku tidak akan meminta saran pada siapapun
Untuk mengambil keputusan besar untuk hidupku nanti
Karena keadaanku seperti ini adanya
Aku tertekan…!!!
Sewajarnya saja aku bersikap
Dan mengambil tindakan yang kiranya cukup membuat aku tetap beraktivitas dalam ketertekanan batinku..
Baiknya aku diam…….!!!!!
Untuk mengerti siapa diriku??
Tengah malam
Tuhan dalam keadaan seperti ini
Masih Engkau beri untukku bersabar dengan keadaanku,,
Tatkala aku tidak mampu berbicara tentang aku
Masih tersisa kekuatan untuk menulis
Lewat ini aku sedikit mampu mengungkapkan gelisahku,,,,
Lewat proses dramatis.
RienJ TerLuka………………..
Aku menulis ini ingin berbagi kepada sahabatku,,,,,tentang pengalaman hidup tatkala kita kehilangan kepercayaan dari orang-orang di sekitar kita.
Kupersembahkan untuk sahabatku yang seringkali ngomong ke aku
“Maafkan aku rien; karena aku juga tidak punya pilihan lagi, aku tahu kamu banyak berkorban untuk aku, aku mungkin tidak bisa membalas lebih tapi kalau aku melupakan semuanya berarti aku sudah mati.”
Kamu ada tatkala di dunia ini sepertinya tak lagi peduli lagi sama aku…………
Sahabatku aku juga tidak punya pilihan lagi,,,,
Selain berucap kalau sejujurnya kalian semua yang membuat aku sangat terluka………..itu jawabnya,,,,,,tapi biarlah!!!! biar ini jadi pengalaman hidup antara kita semua. Aku terluka aku juga yaqin semua tidak tenang pernah membuat aku terluka,,,cukup ini semua membuat kita berhati-hati di megapolis ini.
Percayalah Tuhan tetap berbaik buat aku dan kalian semua.