jakarta,,,metropolitane tanah kelahiran
Jakarta
Teriris hati karenamu…..
Ada harapan di sana
Ada kekhawatiran di sana,,,,
Jakarta
Siangmu telah terpenuhi bising yang semakin hari semakin menambah tingkat stress pendatang serta pendudukmu
Jakartaku
Betawi hampir tak lihat nyata
Jakartaku,,,
Adakah kamu dimana ,,,dengan segala tenangnya
Adakah jakartaku…
Jakartaku aku ingin bercerita banyak tentangmu
Temani aku Jakartaku
Kini aku sedang terasing dalam keramaianmu
Jakartaku
Sekarang pengemismu tak lagi menjual kemiskinannya
Dan tak lagi menjual penderitaannya.
Tapi kini jakartaku
Telah banyak bermunculan para pengemis dengan membawa misi agama yang aku kira makin merusak citra agama (Islam red.)
Ada apa jakartaku?
Bolehkah aku bercerita,,,,,
Jakartaku sebelum bercerita aku ingin bertanya?
Pernahkah kita menyadari, berapapun kita membeli sesuatu dari pedagang asongan itu jauh lebih baik dari pada cepek yang kita berikan secara Cuma-Cuma pada pengemis,dan juga para pengamen,,,,,
Kita kurang bisa mendidik dan anak-anak menjadi semakin terbiasa dan tak lagi merasa tereksploitasi.
Kini akhirnya aku cuman bisa bilang
Bahwa jakartaku tak lagi mempunyai pengangguran
Pengemis dengan berbagai stylenya telah memunculkan profesi baru dimana dalam kaca mata ekonomi tercacat penghasilannya jauh lebih besar dari buruh pabrik atau mungkin dosen tak tetap,,,heeeeheeee,,,status sosialnya oeeee’!!!1
Jakartaku……
Tak hanya siangmu tempat bekerja
Kini malammu terhidupkan,,,para sundal,,,serta om hidung belang…..
Jakartaku,,,,,,
Terima kasih telah mendengarkan keasinganku
Karena aku tak lagi mempunyai seseorang yang dapat aku percaya
Jakartaku
Engkau juga telah membuat aku jengkel,,,sebel….
Karenamu banyak dan hampir sebagian orang kehilangan ketulusan,,,dalam bersahabat…
Aku jengkel jakartaku
Jengkel…
Karena engkau telah menyibukkan kami
Jakartaku,,,,,
Terima kasih karena selain itu
Engkau masih memperkenalkanku dengan cinta dan kasih sayanX
Jakartaku
