don’T JUDGE A bOOk By IT’s COVER
Semua adalah titipan dari_Nya……..!
Dulu aku menganggap bahwa keceriaan yang aku lalui bersama sahabat-sahabatku akan berlangsung selama-lamanya, lewat apapun dan bagaimanapun caranya. Dulu aku menganggap dan aku juga akan bahagia selama-lamanya karena ada mereka, begitu juga sebaliknya tatkala aku sedih,tatkala aku terluka, tatkala aku terjatuh, seolah-olah dunia ini kiamat. Ada banyak sahabat tapi kita tidak merasakan akan hadirnya, hidup ini rasanya sudah kiamat dan tidak ada pilihan lain selain pasrah dengan segala tidak kemampuan dan air mata mendera.
Tapi ternyata…!
Hidup selalu berjalan dan kita harus mengejarnya, hidup selalu berjalan memberikan perubahan. Apa yang kita angggap segala-galanya dengan kesombongan kita saat ini tiada yang tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari, begitu juga tentang penderitaan yang bertubi-tubi yang sangat membebani hidup. Karena tak ada seorangpun tahu apa yang akan terjadi esok. hanya Tuhan yang Tahu.
Bahwa dalam hidup tidak ada yang abadi, dan hidup selalu berputar dan itulah keabadian sesungguhnya. Setiap detik yang kita lalui selalu meninggalkan kesan yang berbeda mungkin detik ini tersiksa, terluka,,,tapi,,,,?
Hidup harus dijalani ,hidup harus ditatap dengan kejernihan jiwa.
Dulu aku menganggap sahabat-sahabatku adalah segala-galanya, seseorang yang aku andalkan untuk masa depanku dengan berbagai kelebihan, kesuksesan, prestasi. Aku menganggap bahwa sahabat-sahabatku adalah masa depanku di kemudian hari. Tapi hidup tak seperti yang kita logikakan satu tambah satu dua, tidak,,,! hidup tidak seperti itu,. hidup berubah apa adanya. Hidup juga bukan rumusan sebab akibat kalau aku tetap berkorban buat mereka, maka aku akan semakin bahagia atau mungkin kalau aku tetap ada untuk mereka dan mereka untuk aku,,,sekali lagi hidup tidak seperti yang kita kira, kita hanya bisa berusaha dan keputusan hanya milik_Nya. Baik buruk, suka duka sesakit apapun hidup itu adalah yang Terbaik dari_Nya.
Kini setelah aku merasa mereka tak lagi seperti dulu, aku baru sadar apa itu hidup. Ada yang bilang aku baik tatkala dia butuh sama aku, ada juga yang memuji aku berlebihan tatkala ada yang dikehendaki dari hidupku. Betapa itu sangat-sangat menyakitkan. Mereka pergi seenaknya, tatkala aku butuh, dia seperti berkorban tidak tulus, dia disampingku tapi tatapan matanya kemana-mana seperti jiwanya bersama kehidupannya “merasa rugi katanya hanya sekedar untuk nganterin temannya” “ ya aku akui aku merasa butuh sama orang lain tatkala Tuhan beri aku penderitaan” , betapa ini sangat tidak adil bagiku, aku yang hampir tidak pernah bilang tidak untuk dia tatkala dia butuh tapi apa yang diberikan,,,!betapa ini sangat sangat menyakitkan. Apa yang tidak aku lakukan buat dia (salah satu diantara mereka red.), aku tidak mengaku kalau aku baik, atau aku lebih baik dari orang-orang yang telah menghianati kepercayaanku, tapi tatkala aku salah atau dan pasti punya kekurangan tidakkah mereka bisa membimbingku lebih baik dari pada meninggalkan aku seenak jidatnya? Aku akui aku memang bukan orang baik aku hanya orang yang berusaha untuk menjadi baik, tidakkah kamu ingat tatkala malam-malam hujan deras, dan kamu basah kuyup, kamu sms aku supaya aku menjemputmu,”aku datang membawakan payung besar untuk melindungi kamu dari kedinginan. Tidakkah kamu ingat aku hampir tidak pernah bilang tidak untuk kamu, tidak ingatkah tatkala kamu meminta supaya aku nungguin kamu di depan kelasmu berjam-jam, kamu kuliah dan aku sendirian di depan kelasmu. Apa aku menjawab tidak demi rasa sayangku sama sahabatku?. ” Aku hanya minta, kesibukan apa yang akan kamu berikan untuk aku selama aku menunggu kamu?.”
Betapa hidup ini tiada yang tahu apa yang terjadi, dan juga sahabatku yang dulu suka tidur dikost-kostanku hanya untuk meluapkan airmatanya, kita pernah duduk bareng karena permasalahan yang sama, kini setelah dia tahu dan mengerti jawaban hidupnya saat dikost aku, aku seperti meminta-minta supaya dia seperti dulu, aku juga tahu kalau kamu tidak akan menolak permintaanku, tapi apa artinya hadirmu jika tatapan matamu seperti berada pada ruang yang sangat jauh. Bagaimana aku bisa memeluk apa yang kamu rasa?
Kini akhirnya aku hanya bisa bilang “kalau aku tidak bisa mengandalkan apa yang aku miliki saat ini untuk kehidupanku di masa mendatang, karena kepergian mereka semualah yang membuat aku sadar bahwa semua yang aku miliki dan orang lain, semua-muanya adalah titipan dari_Nya” mungkin kalimat ini sangat dan sangat sederhana sekali bahkan kitapun sering mendengarnya. Entah dari pengajian atau kaset-kaset dsb (dan saya bingung), tapi betapa berartinya kalimat ini buat hidupku saat ini, dan perjuanganku untuk hidup bahwa kita tidak bisa mengandalkan siapapun dan apapun dalam hidup ini tapi hidup harus berjuang dan kebahagiaan hakiki jika dalam hidup _Dia adalah akhir segala tujuan.
Betapa tidak …!!
Harusnya kita menyadari, sebelum terlambat. Penyesalan, kerugian berlebihan membajak dan merusak niat kita, bukannya aku mengatakan menyesal dan merugi tidak ada gunanya dan sia-sia belaka..
Tidak sekali lagi tidak ,,,!
Karena masih banyak orang yang menjadikan keduanya sarana evaluasi, berserah diri tatkala berada pada titik jenuh serta kerinduannya pada Tuhannya. Tapi tak selayaknya kita berlebihan karena semua yang kita miliki adalah titipan dari_Nya..
Betapa semua yang kita miliki adalah titipan dari_Nya . orang tua, keluarga, sahabat, harta, kebahagiaan, penderitaan dan semua-muanya di alam fana ini. dan kita tidak pernah tahu kapan _Dia berkehendak dan mengalihkannya kepada orang lain selain kita, karena hidup adalah perputaran dan setiap kali putaran kita tidak pernah tahu akan berada pada titik yang mana, dan kita harus tetap menjalani menuju putaran selanjutnya. Intinya hidup adalah perjuangan.
Aku menulis ini bukan karena apa-apa, bukan untuk maksud yang berlebihan tapi aku cuman mau bilang, aku juga sering melukai dan terluka, mengkhianati dan dikhianati, menyakiti dan tersakiti baik sengaja atupun tidak sengaja. Ini adalah kenyataan hidup rienj, yang tidak rienj pungkiri sudah melalui proses dramatis (mendramatisir). Untuk memunculkan kesan yang lebih.
Rienj bukan orang yang baik tapi berusaha untuk menjadi baik sebisa dan semampu, dan rienj ucapin terima kasih tak terhingga buat sahabat-sahabat rienj, karena kalian semua adalah inspirasi hidup rienj, sampai kapanpun masa lalu rienj adalah bagian terindah dari alur kehidupan rienj, termasuk kalian semua yang pernah memberi warna-warni tersendiri dalam hidup rienj. Dan maaf dari lubuk hati rienj yang terdalam bila selama kita bersama rienj belum pernah bisa memberikan yang terbaik dan membalas semua kebaikan kalian semua.
Tidak sekali lagi tidak. Kalau aku pernah sakit karena kalian mungkin kalian juga lebih karena aku. Tapi karena kasih sayang ketersakitan itu tidak akan lama, dan aku bersyukur karena Tuhan pernah kasih kesempatan kita semua untuk bersama, berbagi suka duka, ditengah keramaian dan ketersaingan metropolitan. Entah karena alasan apa kita pernah bersama, aku tidak tahu.
Dengarkan apa yang akan aku katakan pada kalian semua yang aku sayang “persahabatan itu karena kebutuhan, apapun makna kebutuhan itu,,,benarkah?
Dan tatkala kebutuhan tersebut sudah tidak lagi mampu menghubungkan ikatan emosional antara satu dan yang lainnya bercerai berailah kecuali orang yang tulus. Dan kita belajar itu dari orang-orang yang yang mencinta, air mata orang tua kita, semangat mereka bekerja buat masa depan kita. Sekali lagi aku mau mengatakan bahwa persahabatan adalah karena kebutuhan, apapun makna kebutuhan tersebut”.
Kalian boleh tidak setuju dengan apa yang aku katakan, tapi aku berusaha bicara apa adanya dan jujur itu adanya aku. Hanya kata-kata itulah satu-satunya respon yang aku berikan untuk persahabatan. Respon atas konflik yang pernah membentuk karakterku serta paradigma berfikirku. Sekali jangan salahkan aku jika aku berkata demikian untuk persahabatan, karena ini adalah hidup rienj.
Sahabat-sahabat yang aku sayangi saat menulis ini betapa air mata ini tak tertahankan, itu karena kalian semua bagian hidupku, kalian semua yang pernah membuat aku ada takala aku merasa tidak diakui , terima kasih sahabatku, maafkan egoku, emosiku, maafkan semua-muanya,,,,,,
Teruntuk sahabatku””’
Tidak!!! Sekali lagi aku tidak akan menyesali masa laluku, sepahit apapun, sejatuh apapun, dan apa yang dianggap orang lain tidak berharga dari hidupku dan aku tersugesti.
Tidak kataku..!!!
Begitu terlukanya aku, bagai tersungkur di dalam jurang yang sangat dalam, aku tidak akan pernah bilang menyesal, aku hanya butuh waktu untuk memaknai masa lalu yang pahit, memaknainya sehingga menjadi sesuatu yang berharga,,ntah buat hidupku mendatang atau mungkin suatu ketika ada yang butuh dari pengalaman hidupku. Aku hanya butuh waktu, untuk mengerti kenapa masa laluku seperti yang sudah terjadi, aku ridho, dan aku akan berusaha dan harus aku tidak boleh mempersulit diri, dan menjadikan semuanya sarana evaluasi diri menuju_Nya. Setelah itu aku akan jadikan bagaimana ku dalam mengambil keputusan untuk hidupku yang akan datang.
Hakekatnya setiap masalah selalu memperkenalkan siapa diri kita dan bagaimana kita berusaha lebih baik,,,,,,,,,,,,,,,
Hidupku………!
Sudah berapa lama
Serta siapa saja yang pernah mengisi hidupku
Hidupku……….!
Semua tidak ada yang istimewa kecuali sebab cinta dan kasih sayang
Tiada yang lebih menyemangati kecuali sebab keduanya
Hidupku…….…!
Bukan cinta dan kasih sayang yang membuat aku tertawa
Bukan pula sebab keduanya aku dimabuk dunia.
Tapi hidupku..…!
Sebab cinta dan kasih sayang yang membuat aku bahagia karena dukanya
Cinta dan kasih sayang,,,hidupku…!
salam suayang n terimakasih buat sahabatku yang telah menjadi bagian hidupku
__________akurienj———
ciputat. sore jinggAAAAaa
